Salah satu keunikan terbesar PIAGEX 2026 adalah pengenalan pilar Gastronomy IP. Ini merupakan inovasi pertama di Indonesia di mana kebudayaan kuliner lokal diangkat menjadi sebuah produk kekayaan intelektual digital.
Sumatera Barat terkenal dengan kulinernya yang diakui dunia. Namun, bagaimana jika kelezatan rendang, keunikan teh talua, atau manisnya lamang diwujudkan dalam bentuk karakter game, serial animasi, atau komik digital? Itulah yang mendasari konsep Gastronomy IP.
Mengapa Kuliner Tradisional?
Kuliner bukan sekadar tentang makanan di piring, tetapi juga tentang sejarah, resep warisan turun-temurun, filosofi, dan identitas budaya. Dengan mengubah kuliner menjadi Intellectual Property (IP):
- Jangkauan Lebih Luas: Karakter digital bertema makanan dapat menyebar dengan sangat cepat secara global lewat platform game dan streaming.
- Nilai Tambah Ekonomi: IP kuliner dapat dikembangkan menjadi merchandise, kolaborasi brand, game, dan waralaba media baru yang berkelanjutan.
- Edukasi Budaya: Generasi muda dapat mengenal asal-usul dan filosofi masakan tradisional secara menyenangkan lewat gim.
Dukungan Para Ahli Internasional
Untuk menyukseskan program ini, PIAGEX 2026 bekerja sama dengan para ahli pengembangan IP dari Jepang dan perwakilan asosiasi kreatif Asia Tenggara. Pada acara puncak nanti, akan digelar talkshow khusus bertajuk "Culinary meets Cyber: The Future of Gastronomy IP" yang menghadirkan pembicara terkemuka dunia.
Mari jadikan kuliner nusantara mendunia dengan kreativitas digital tanpa batas di PIAGEX 2026!